Benarkah?

Selasa, 26 Oktober 2010

Beberapa hari lalu di kantor saya, BKD Ngawi, ada tambahan kesibukan. Kami kedatangan tamu dari instansi pusat untuk melakukan verifikasi data tenaga honorer secara langsung. Dalam suratnya tamu ini merupakan tim dari Kementerian PAN dan RB, BKN, BPKP, dan BPS. Namun kabarnya yang datang tidak semua instansi itu, hanya dari BKN dan BPKP. Saya sendiri tidak banyak bersinggungan langsung dengan mereka karena saat itu saya sedang mengikuti workshop di Jakarta.

Menurut teman, selain meneliti data tenaga honda pada Pemkab Ngawi diteliti juga data tenaga honda yang bekerja di Depag Ngawi, Depag Magetan, Pengadilan Agama, dan Pemkab Magetan. Wah sepertinya ramai sekali soalnya para honda dari beberapa instansi itu tentunya juga datang ke BKD Ngawi.

Memang pekerjaan verifikasi data ini sangat melelahkan. Kebetulan saya termasuk tim BKD yang bertugas di dalamnya sebelum kedatangan mereka. Tiga tahap sudah verifikasi ini kami lakukan, empat jika ditambahkan dengan pekerjaan dari instansi pusat tersebut. Tidak sedikit saya temui rekayasa/manipulasi. Semua telah saya laporkan ke pimpinan lengkap dengan data-datanya.

Harapan saya tim dari pusat inilah yang akan memberikan eksekusi akhir. Kami telah menyiapkan data dan berkas. Saya juga berharap tim ini berisi orang-orang yang jujur, bersih, tak mempan suap, apalagi minta-minta sesuatu. Namun ternyata saya mendengar isu yang tak sedap.

Sepulang dari Jakarta saya dikabari istri bahwa tetangga kami yang kebetulan tenaga honda yang ikut pendataan bercerita kepada istri saya. Tetangga saya itu ditelepon oleh salah satu anggota tim untuk menyerahkan sejumlah uang dalam jangka waktu pendek. Jika tidak datanya tidak lolos. Segera saja ia menyerahkan uang ke orang itu di hotel tempat menginap tim, hotel paling bagus di Ngawi. Tentu saja penyerahan ini tanpa kwitansi.

Astaghfirullah, mendengar cerita ini saya amat bersedih. Jika benar kejadian ini betapa busuknya oknum itu. Jangan-jangan kejadian ini juga menimpa orang lain. Harapan saya pada orang-orang pusat itu pun sirna. Entahlah hanya Allah yang Maha Tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)