Lanjar Dan Saipul Jamil

Jumat, 23 September 2011

Adalah Lanjar, orang biasa, bukan pejabat juga bukan kerabat pejabat, bukan pula penjahat apalagi tukang pijat (hehehe...). Suatu hari ia naik motor membonceng istrinya. Naas, di jalan saat menyalip kendaraan lain, motornya bertabrakan (kalau tak salah dengan sebuah mobil yang dikemudikan polisi). Ia selamat dengan beberapa luka, namun tidak demikian dengan istrinya. Istrinya tewas tertabrak oleh mobil di depannya itu.

Persoalan tidak selesai sampai di situ. Dianggap lalai yang menyebabkan meninggalnya orang lain (yakni istrinya sendiri), Lanjar pun menjadi tersangka dan menjadi tahanan di sel kepolisian. Padahal saat itu ia meninggalkan anaknya yang masih kecil. Kasihan anak itu, ibunya tewas, bapaknya dipenjara. Aparat penegak hukum tampaknya tak mau tahu, sidang pun jalan terus, tapi untunglah hingga akhirnya majelis hakim memutus bebas Lanjar.

Kasus yang sama ternyata terulang lagi. Kali ini menimpa selebritis Saipul Jamil. Belum reda rasa dukanya kehilangan sang istri tercinta akibat kecelakaan mobil, ia dijadikan tersangka.

Kadang kita berpikir kenapa hukum begitu kejamnya. Hukum ditegakkan untuk menjamin keadilan dan menjamin adanya kepastian. Namun, kata pakar-pakar hukum, selama ini aparat penegak hukum lebih mempertimbangkan aspek kepastian hukum berdasarkan bunyi undang-undang secara formal dibandingkan rasa keadilan masyarakat. Jadilah muncul kasus curhat internetnya Prita Mulya Sari, kasus kakaonya nenek Minah, pencurian beberapa buah semangka, pencurian kayu bakar, pencurian listrik gara-gara nge-charge HP, kasus buang sampah, dan lain-lain yang berujung vonis pidana. Memang, setiap yang bersalah harus mendapat hukuman, tapi apakah hukuman yang diberikan tersebut setimpal dengan kesalahan dan kerugian yang ditimbulkan?

2 komentar:

Tanto mengatakan...

Setuju mas,Memang benar semua yang bersalah pasti dihukum, Tapi apakah dalam hati kecil si pelapor tersebut terselip rasa kasihan, nah makannya gunakan hati terlebih dahulu.

wurianto saksomo mengatakan...

smoga nurani yg bicara

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)