Laksana Laron

Sabtu, 17 September 2011

burunghantu.net
Ini masih cerita di bulan puasa lalu. Menjelang lebaran ternyata kantor saya semakin ramai dengan datangnya tamu dari luar. Dari bajunya kelihatan mereka bukan pegawai pemda. Beberapa teman mengatakan mereka adalah wartawan, sebagian menyebutnya sebagai aktivis LSM. Mungkin juga mereka hanya tamu biasa yang ingin bersilaturahmi dengan pimpinan.

Melihat ini saya langsung teringat dengan laron. Laron adalah binatang terbang yang keluar di malam hari. Seringnya bergerombol dan suka mendatangi cahaya. Laron adalah mereka. Cahaya adalah pejabat. Sedangkan malam hari adalah momentum atau kesempatan.

Ternyata fenomena ini tidak hanya menimpa di kantor saya saja. Berbondong-bondong mereka berpindah ke kantor-kantor lain. Entah apa yang mereka lakukan di dalam ruangan pimpinan masing-masing kantor. Mereka sendirilan yang paling tahu. Sebagaimana laron yang mendatangi cahaya. Beberapa orang mendekati pejabat untuk (barangkali) memperoleh keuntungan materi. Bisa juga keuntungan yang lain, kedekatan, relasi, akses, politis, atau informasi.

Saya dan Anda jangan keburu curiga keduanya berbuat jahat. Inilah yang disebut simbiosis mutualisma. Hubungan yang saling membutuhkan. Pejabat membutuhkan pencitraan, sarana yang dibutuhkan adalah media massa. Sedangkan mereka membutuhkan finansial untuk kelangsungan dapur dan oplah, maka dibutuhkan sokongan dana.

Siapa yang memulai hubungan itu? Entahlah. Bisa jadi keduanya serentak saling membutuhkan karena lamanya interaksi sehingga tahu sama tahu. Bisa jadi salah satu yang lebih membutuhkan, karena mempunyai borok yang malu bila diungkapkan ke hadapan khalayak.

Tapi, mohon maaf, saya tidak sedang menghakimi bahwa para pejabat yang sering didatangi mereka adalah pejabat bermasalah yang penuh borok. Saya juga enggan berburuk sangka kepada mereka telah memanfaatkan profesinya untuk melanggar kode etik. Saya sungguh tertarik dengan interaksi di antara keduanya. Barangkali ada sukarelawan yang mau membuat reportasenya?

Sampai kapan hubungan ini terus langgeng? Sebagaimana politik. Tidak ada yang abadi, yang abadi adalah kepentingan itu sendiri. Pikir saya.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)