Tes Kesehatan/Kesamaptaan IPDN

Sabtu, 02 Juli 2011

Hari ini rencananya peserta seleksi IPDN dari Ngawi akan berangkat menuju Surabaya untuk mengikuti tes kesehatan. Tesnya sendiri diadakan besok hari Minggu mulai jam 5 pagi. Ini bagi peserta putra, untuk peserta putri jadwalnya hari Selasa, berangkat bersama dari Ngawi hari Senin. Untuk jadwal tes kesamaptaan putra besok hari Kamis 7 Juli, berangkat hari Rabu. Untuk yang putri tesnya hari Sabtu 9 Juli, berangkat hari Jumat. Masing-masing rombongan, baik putra maupun putri didampingi oleh staf BKD. Dari awal 30 orang yang mendaftar, 3 orang mengundurkan diri tidak ikut tes psikologi, dan hanya 2 yang tidak lulus. Akhirnya 25 peserta diperkenankan mengikuti tes kesehatan dan tes kesamaptaan, terdiri dari 15 putra dan 10 putri.

Tes kesehatan dan tes kesamaptaan tahun ini beda dengan tahun lalu, baik dari lokasi maupun waktu. Tahun lalu di Malang, sekarang di Surabaya. Tahun lalu antara tes kesehatan dan tes kesamaptaan berurutan, sekarang di antara dua tes itu ada jeda waktu 2 hari. Otomatis menambah biaya, terutama untuk transportasi, makan, dan penginapan.

Sepanjang saya di BKD para peserta dari Ngawi selalu didampingi atau difasilitasi oleh pegawai BKD, mulai tes psikologi, kesehatan, kesamapataan, dan akademis. Meskipun akomodasi dan transportasi ditanggung oleh masing-masing, namun teman-teman berusaha menyarikan kendaraan dan penginapan. Saya sebenarnya pernah mencoba menawarkan untuk melepaskan mereka, toh mereka sudah besar sudah lulus SMA. Saya rasa ini pun juga salah satu bentuk seleksi meskipun tidak formal. Bagaimana mereka menghadapi masalah, bagaimana mereka mencari lokasi tes, bagaimana mereka terbiasa dengan kekurangan dan keterbatasan, dan sebagainya menjadi bekal dan pengalaman berharga jika akhirnya mereka diterima sebagai Praja IPDN. Apalagi saya lihat beberapa daerah pun melepaskan peserta sendirian, tak pandang bulu, putra maupun putri.

Tapi Ngawi lain. Masih ada rasa tak tega membiarkan mereka kesulitan mencari lokasi tes, mencari penginapan, apalagi bagi yang tak punya sanak saudara di luar kota itu. Jadilah teman-teman menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran mendampingi, meskipun anggaran banyak terpotong di sana sini. Berbuat kebajikan tentunya akan mendatangkan kebaikan juga kan.

Oke adik-adik. Selamat berjuang. Siapkan fisik dan mental. Jangan lupa berdoa kepada Allah serta memohon doa restu ayah bunda.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (171) coretan (126) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (68) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)