Gedung Bakorwil Nan Megah

Rabu, 13 Juli 2011

”Pulang kampung nih”, kata Obama beberapa tahun silam saat berkunjung ke Indonesia. Ungkapan itu pun menjadi terkenal. ”Pulang kampung, nih”, batin saya hari ini. Hari ini saya pulang kampung ke Madiun, namun tidak pulang ke rumah. Kebetulan ada acara di Madiun, tepatnya di Bakorwil Madiun Jalan Pahlawan, sedangkan saya menjadi salah satu peserta di acara itu. Sayang saya tak sempat menanyakan apa kepanjangan Bakorwil itu (hehehe...aneh bin ajaib, kuper!), mungkin Badan Koordinasi Wilayah ya? Setahu saya waktu masih sekolah, tempat itu menjadi kantornya Pembantu Gubernur. Maksudnya tukang cuci, pak bon, sopir, koki, satpamnya Gubernur kerja dan tinggal di situ ya? Hem, tambah ngawur, tentu saja bukan seperti itu. Maksudnya itu pembantu dalam arti membantu tugas-tugas Gubernur dalam mengatur daerahnya yakni lingkup provinsi.

Mungkin sama artinya antara Pembantu Gubernur dengan Residen. Karena luasnya daerah provinsi maka dibagilah menjadi beberapa wilayah atau istilahnya karesidenan. Karesidenan dipimpin oleh Residen dan wilayahnya terdiri dari beberapa kabupaten dan kota. Karesidenan Madiun terdiri dari Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulunganggung, Blitar, dan Nganjuk. Cek dulu, Bos, benar atau salah, silakan lihat di Wikipedia atau Mbah Google.

Gedung Bakorwil masih terlihat megah, bercat putih bersih, dan ada pilarnya seperti istana. Halaman depannya cukup luas dihiasai dengan kolam air mancur. Sejak kecil saya telah mengaguminya. Jika melihatnya seolah saya melihat Istana Merdeka tempat bernaung Presiden RI. Meskipun asli Madiun, saya belum pernah sekali pun masuk ke dalamnya, bahkan melewati pagarnya saja belum pernah. Sepertinya hanya orang-orang khusus yang diperbolehkan memasukinya, terutama orang penting, pejabat pemerintahan, dan anggota masyarakat berprestasi, pikir saya waktu itu. Kalau pas naik sepeda lewat jalan Pahlawan dan lewat di depannya saya pasti melirik gedung itu. Ada rasa bangga di dada, Madiun punya gedung yang cukup megah.

Di seberang jalan, tak seberapa jauh agak ke utara ada Taman Makam Pahlawan (TMP), tempat peristirahatan terakhir bagi orang-orang yang dianggap pahlawan. Saya pernah sekali masuk ke dalamnya, saat mengantar jenazah tetangga saya seorang purnawirawan yang meninggal dunia (karena jenazahnya tidak bisa datang sendiri ke liang lahat, akhirnya orang-orang sekampung mengantarkannya, hihihi...). Saat itu saya masih kira-kira kelas 3 SD.

Tahun 2000, saat malam buta pernah ada kejadian miris di jalan Pahlawan sekitar TMP itu. Jenazah bangkit lagi? Enggak lah yau. Ada perang. Perang di jaman merdeka. Perang di era reformasi. Perang sungguhan. Perang antara tentara lawan polisi. Tentaranya dari Batalyon 501 berhadapan dengan personil polisi. Korbannya anak-anak SMA yang baru saja selesai merayakan pesta ulang tahun salah satu rekannya. Kebetulan mereka lewat di area pertempuran dan akhirnya menjadi korban. Sebagian mati, sebagian terluka.

Kembali ke Gedung Bakorwil yang megah. Saya tak sempat berkeliling untuk melihat sekitar. Hanya sempat mampir di taman sebelah utara dan numpang buang air kecil di sebuah kantor sebelah selatan. Oya saya ingat, di sebelahnya lagi itu dulu adalah Kantor Samsat. Saya pernah membuat SIM di sana.

Melihat kemegahan gedung, tak salah jika dijadikan obyek wisata. Selain keindahannya tentunya gedung itu pun juga memiliki nilai sejarah. Jangan lupa, Madiun pernah terkenal dengan pemberontakan PKI. Mungkin saja gedung itu menyimpan kenangan perjuangan di jaman kemerdekaan dan penumpasan pemberontakan. Sayang jika dilewatkan. Masyarakat tentunya juga senang, ada tambahan obyek wisata, bisa untuk senang-senang, mencuci mata, sekaligus menambah wawasan. Habis jalan-jalan di pusat perbelanjaan yang bercokol di sepanjang Jalan Pahlawan, mereka bisa melepas lelah di Gedung Bakorwil.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)