Kantor Pos...Oh Kantor Pos...

Rabu, 13 April 2011

Dulu Kantor Pos mempunyai peran yang sangat vital dalam hal informasi. Namun sekarang perannya sudah banyak yang diambil alih oleh sektor lain. Kalau dulu kita ingin mengabarkan berita yang amat mendesak dengan telegram yang membutuhkan waktu sehari, kini dengan sms kita bisa mengirim kabar dalam hitungan detik dan tidak perlu repot mendatangi kantor pos. Dulu kita mengirim uang dengan wesel, sekarang sudah tersedia mesin ATM untuk mentransfer. Dalam hal pengiriman paket barang pun, kantor pos bukan pemain tunggal. Cukup banyak perusahaan pengiriman barang yang tak kalah pelayanannya.

Saya lihat kini kantor pos tak hanya melayani jasa pengiriman surat dan paket saja. Kantor pos sekarang juga melayani pembayaran listrik, cicilan kredit, pembayaran pensiun, pajak, tabungan. Memang kalau tidak berinovasi seperti itu niscaya perusahaan plat merah ini akan ditinggalkan masyarakat.

Saya pernah kecewa dengan kantor pos, di daerah tempat saya tinggal sekarang. Sore itu, akhir bulan yang gerimis, sepulang kantor saya mampir ke kantor pos untuk mengirim surat kilat khusus ke ibukota. Surat tersebut harus dikirim hari itu juga karena itu adalah batas akhir. Saya sengaja datang sore hari dengan alasan sekalian sambil pulang ke rumah karena letak kantor pos sejurusan, dan juga biasanya tidak antri. Beberapa kali saya juga seperti itu dan tidak ada masalah.

Namun setiba di sana kagetlah saya. Ternyata pintu kantor tutup, tertempel pula papan bertuliskan TUTUP. Jam masih setengah 4 sore. Saya lihat beberapa pegawai masih ada di dalam. Pintu kantor memang transparan sehingga saya bisa melihat ke dalam, sebaliknya yang di dalam pun bisa melihat kondisi di luar. Saya ketuk pintu berharap ada respon. Tak ada tanggapan. Saya acungkan amplop berharap para pegawai tahu keinginan saya. Mereka tetap saja cuek.

Panik? Tentu saja. Karena dokumen resmi dari kantor ini harus segera dikirim hari itu juga, tidak bisa tidak. Ini tugas negara lho, tidak bisa dibuat main-main. Saya benar-benar tak percaya. Masak jam layanan sudah dirubah. Saya kembali ke tempat parkir. Di dinding depan kantor masih terpampang papan besar bertuliskan jadwal buka kantor pos. Meski saya ucek-ucek mata beberapa kali (karena memang mata saya rabun sehingga pakai kacamata minus), jadwal buka masih tetap kok. Pelayanan kirim pos hingga pukul 17.00, jadi hingga jam 5 sore. Kenapa tutup lebih awal hari itu? Saya tinggalkan kantor pos dengan perasaan tidak karuan. Mungkin mereka sudah capek bekerja seharian. Tapi mestinya papan itu dicopot saja. Untung tidak dilaporkan ke Komite Anti Kebohongan Publik (emang ada ya? Hehehe...).

Kemarin waktu ke kantor pos lagi, papan besar berisi jadwal buka itu sudah tidak ada. Sudah dicopot. Syukur-lah.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)