The Wisdom Of Women

Senin, 25 April 2011

Kaya, beragam, dan sangat menggugah. Betapa pengalaman seringkali memberi pelajaran yang lebih menggetarkan ketimbang segala teori dan pandangan.

Adalah Kiswanti, sulung dari lima bersaudara ini hanyalah anak penarik becak dan pedagang jamu. Suaminya seorang kuli bangunan. Ia sendiri pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Hobinya sejak kecil membaca buku. Saat bekerja di rumah orang Filiphina, ia meminta gajinya diwujudkan dalam bentuk buku, bukan uang. Tiga bulan bekerja ia mempunyai 45 buku. Seusai bekerja pada orang Filiphina ia bekerja pada orang Korea. Sama, sebagai pembantu. Gaji yang ia dapatkan ia belikan buku.

Kecintaannya pada buku membuatnya terus mengumpulkan buku-buku. Ia pun berkeliling dengan sepeda menjajakan buku setiap pagi dan sore. Dijual-kah? Tidak. Ia tawarkan buku-bukunya untuk dipinjam secara gratis. Selama berbulan-bulan non-stop aktivitas ini ia lakukan. Lalu ia membentuk komunitas berupa majelis taklim dan paguyuban. Kegiatannya selain aktivitas pinjam meminjam buku di antaranya adalah bedah buku.

Akhirnya ia membangun taman bacaan di rumah. Sedikit demi sedikit usahanya bertambah besar. Koleksi bukunya semakin banyak, kegiatannya semakin beragam, dan peminat buku semakin bertambah. Taman bacaan menjadi tempat alternatif bagi anak-anak untuk berkumpul. Mereka belajar berbagai hal, terutama lewat buku.

Wanita bernama Kiswanti, alumni ”babu” yang hanya lulusan SD ini bisa berbuat bagi lingkungannya. Ia ingin beribadah melalui buku.

Selain Kiswanti, ada 26 wanita dalam buku ini yang memberikan kisah nyata untuk mengilhami kita semua. Getirnya kemiskinan, pahitnya nasib, ditinggal orang-orang tercinta, peluh dan air mata mengiringi perjalanan para wanita.

Buku yang ditulis oleh Wasilah ini merupakan kumpulan kisah para wanita yang pernah dimuat di Majalah Tarbawi, di salah satu rubriknya yakni Dzikroyat. Sebagai wanita, mereka memiliki kekuatan sekaligus kelembutan. Selain kisah Kiswanti di atas, ada juga Masniari Siregar yang empat dari enam anaknya mengalami tuna rungu. Ada Adriana S. Ginanjar, pendiri sekolah untuk anak-anak autis. Ada Harini Bambang Wahono yang mengubah kawasan beton jadi ”ijo royo-royo”. Ada Noni Fadhilah, orang tua anak dengan down power syndrome. Dan lain-lain.

Pengorbanan, pengabdian, dan pengalaman mereka layak Anda ketahui kisahnya. Merekalah Kartini di jamannya kini.

Judul         : The Wisdom of Women, Kisah Nyata Perempuan-perempuan yang Mengilhami
Penulis        : Wasilah
Penerbit    : Tarbawi Press
Halaman    : 323 + xi
 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)