Visi Misi BKD (Bagian II)

Selasa, 05 April 2011

Di era otonomi daerah, reformasi birokrasi bukan lagi menjadi suatu pilihan namun telah menjadi sebuah keharusan. Reformasi birokrasi meliputi reformasi kelembagaan (struktural) dan reformasi budaya kerja (kultural). Menciptakan sistem yang berkualitas tanpa pernah melahirkan orang yang berkompeten dalam melaksanakan tugasnya akan menjadikan tujuan organisasi tidak tercapai. Sebaliknya merekrut orang yang profesional namun sistem yang berjalan belum mapan juga akan membuat organisasi kurang dipercaya. Karena itu keseimbangan antara sistem dan personal perlu dilakukan.

Selain itu birokrasi pemerintahan menghadapi berbagai persoalan di setiap masanya. Segala peluang yang ada, jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bisa saja berbalik menjadi ancaman. Namun demikian di balik tantangan, pasti ada harapan. Tantangan itu antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudahan akses informasi yang didapatkan oleh masyarakat, harapan publik akan transparansi pelaksanaan tata kelola pemerintahan, regulasi yang semakin bertambah dan berubah yang tak jarang berbenturan, jumlah pegawai yang mencapai ribuan personel dengan berbagai karakter dan kemampuannya, dan lain-lain.

Untuk mewujudkan reformasi birokrasi maka diperlukan visi, misi, dan strategi. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Ngawi sebagai organisasi yang bertanggungjawab dalam manajerial kepegawaian daerah di dalam Pemerintah Kabupaten Ngawi harus mempunyai mimpi. Mimpi itulah yang diwujudkan dalam bentuk visi. Jika diibaratkan bangunan, maka BKD adalah salah satu batu bata yang bersama-sama dengan batu bata lain berdiri kokoh membentuk bangunan pemerintahan.

VISI
BKD Kabupaten Ngawi mempunyai visi :
”Mewujudkan manajemen kepegawaian yang profesional, peka terhadap perkembangan jaman, dan berorientasi pada masa depan, serta melahirkan aparatur yang handal, berbasis ilmu pengetahuan, dan berpijak pada nilai moral”

MOTTO
Visi tersebut di atas diwujudkan dalam bentuk motto yang mudah diingat, yakni ”BKD TAMAH”. BKD TAMAH mempunyai arti Bangun Kepegawaian Dengan Terapkan Aplikasi Manajerial dan Aparatur yang Handal. Motto tersebut disenergikan dengan motto Pemerintah Kabupaten Ngawi, yakni ”NGAWI RAMAH”. Perpaduan keduanya menjadi ”BKD NGAWI RAMAH TAMAH”.
 
MISI
Bila visi diibaratkan dengan pulau, maka diperlukan alat untuk menuju ke sana yakni perahu. Perahu inilah yang dinamakan misi. Misi BKD adalah :
1.    Meningkatkan kualitas aparatur yang penuh dedikasi, sesuai kompetensi, sehingga menghasilkan prestasi.
2.    Mewujudkan sistem pengembangan karir yang komprehensif, kompetitif, dan produktif.
3.    Melaksanakan pembinaan aparatur yang tertata, beretika, dan menjadikan masyarakat sejahtera.
4.    Memberikan pelayanan sepenuh hati yang menciptakan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan.
5.    Mengolah dan menyajikan data dan informasi kepegawaian yang cepat, tepat, dan akurat.

STRATEGI
Strategi yang digunakan adalah KERJA CERDAS, KERJA KERAS, KERJA TUNTAS, KERJA MAWAS, KERJA IKHLAS.
1.    Kerja cerdas, yaitu melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan etika kerja, memanfaatkan teknologi, dan bekerja secara efektif, kreatif, dan inovatif.
2.    Kerja keras, yaitu melaksanakan tugas tanpa kenal menyerah, selalu ada kemauan untuk terus belajar, dan menghindari kemalasan.
3.    Kerja tuntas, yaitu melaksanakan tugas hingga selesai dan tidak meninggalkan beban dan masalah pada pihak lain dan di kemudian hari.
4.    Kerja mawas, yaitu menyadari bahwa manusia tidak bisa menyelesaikan tugas dengan sendirian, sehingga diperlukan kerja sama dan saling pengertian.
5.    Kerja ikhlas, yaitu dalam setiap melaksanakan tugas selalu diniatkan sebagai bagian dari ibadah sehingga kepuasan pemakai layanan adalah sebuah harapan, dan itu diwujudkan dengan tanpa mengharap pamrih, namun semata-mata karena pengabdian kepada masyarakat.

PENUTUP
Kita belajar 10 persen dari apa yang kita baca, 20 persen dari apa yang kita dengar, 30 persen dari apa yang kita lihat, 50 persen dari apa yang kita lihat dan dengar, 70 persen dari apa yang kita katakan, 90 persen dari apa yang kita katakan dan lakukan. Mimpi BKD ini telah dikatakan dan harus bisa dilakukan. Setelah BERMIMPI, selanjutnya yang dilaksanakan adalah BANGUN, BANGKIT, DAN BERBUAT. Impian tanpa perbuatan adalah lamunan. Yakinlah bahwa mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok. Demikian.

Anda skeptis? Tenang saja, tulisan di atas memang impian saya belaka. Otak-atik kata memang sebagian dari kegemaran saya. Fatamorgana? Mungkin. Silakan Anda menilainya, terserah dari sudut mana memandang. Anda suka? Jadikan saja syair, syukur-syukur jika bisa menjadi magnet penggaet pujaan hati. 

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (171) coretan (126) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (68) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)