Saya pertama kali mengenal dunia gladiator bukan dari buku sejarah, melainkan dari film Gladiator yang dirilis pada tahun 2000. Ada satu adegan yang terus melekat dalam ingatan. Di tengah arena Koloseum yang dipenuhi puluhan ribu penonton, darah mengucur dari tubuh para petarung yang saling membunuh demi hiburan. Semakin brutal pertarungan berlangsung, semakin riuh pula sorak-sorai penonton.
Ketika film berakhir, saya menganggap semua itu sebagai kisah masa lalu. Sebuah gambaran tentang dunia kuno yang jauh berbeda dari peradaban modern. Sulit membayangkan manusia masa kini masih menikmati penderitaan sesamanya sebagai tontonan.
Namun bertahun-tahun kemudian, saya menemukan sebuah kisah yang membuat keyakinan itu goyah. Kisah itu bernama Sarajevo Safari.
Cerita tersebut muncul dari salah satu episode paling kelam dalam sejarah Eropa setelah Perang Dunia II, yakni pengepungan Sarajevo selama Perang Bosnia pada tahun 1992–1996. Selama hampir empat tahun, ibu kota Bosnia-Herzegovina itu terkepung oleh pasukan Serbia Bosnia yang menguasai perbukitan di sekeliling kota. Dari posisi yang lebih tinggi, mereka dapat mengawasi jalan-jalan, bangunan, pasar, sekolah, hingga kawasan permukiman warga.
