Rekapitulasi Kategori II

Rabu, 26 Januari 2011

Kenapa sih capek-capek ngurusin orang lain, kayak nggak ada kerjaan aja. Hehehe... Anda boleh sewot. Anda berhak marah. Itu terserah Anda. Silakan saja menutup tulisan, meneruskan membaca pun silakan. Tidak ada larangan dalam hal baca-membaca blog. Sekarang bukan jamannya blokir-blokiran (kecuali pornografi dan fitnah). Rasanya gatal saja di tangan ini. Kalau memang ada yang tersinggung ya nuwun sewu sori plek.

Saat ini di Jakarta sedang muncul gerakan anti kebohongan, sedang di sini marak antitesisnya (mungkin). Untuk sesuap nasi, menjadi tidak jujur pun tidak masalah, bagi yang melakukan. Setiap kebohongan biasanya akan diikuti dengan kebohongan berikutnya. Kebohongan itu berfungsi menutupi kebohongan sebelumnya. Demikian seterusnya tanpa henti. Jika saat yang lalu Anda berbohong tentang pengalaman kerja Anda, pada tahap berikutnya Anda harus berbohong mengenai absensi Anda, penerimaan gaji Anda, dan seterusnya. Anda juga perlu mengajak orang lain berbuat seperti itu, karena tidak mungkin melakukannya sendiri. Nggak usah nanggung-nanggung. Itu namanya kebohongan sistemik dan sekaligus massal.

Nah kelihatan kan kalau tulisan di atas kayak orang kurang kerjaan saja. Ngapain ngurusin orang lain. Kayak dirinya sendiri bersih suci. Terserah, sekali lagi terserah Anda menilai. Mumpung sekarang era reformasi, keterbukaan menyampaikan pendapat dijamin. Sekali lagi saya hanya merasa gatal saja di tangan. Silakan baca pesan yang mampir di blog saya ini : ”pak wurianto yth, mengenai pendataan honorer K2 2010 kemarin kami harap BKD lebih jeli dan tidak pilih kasih karena kami dapat info kalau pengurus forum GTT/PTT banyak yang manipulasi data/memalsu SK Kepala Unit Kerja Masing2”. Terima kasih Pak/Bu/Mas/Mbak yang telah menyampaikan informasi, semoga amal kebajikan Bapak/Ibu/Kangmas/Mbakyu akan terbalas setimpal.

Bagi yang berbohong, silakan Anda renungkan. Mohonlah ampun jika telah melakukan kebohongan, moga-moga saja Yang Maha Kuasa menerima. Saya sampaikan apresisai setinggi-tingginya kepada yang berani berbuat jujur. Oya terakhir, belum tentu kebenaran ada pada saya. Anda-andalah yang mengetahui.

Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”. (HR. Muslim)

Silakan cek nama Anda, ini saya ambil dari bkdngawi.net. Teman-teman, anggota dewan, pers, LSM, agamawan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, blogger, facebooker, kiper, bek, gelandang, libero (hehehe...) silakan mengritisi. 


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)