Polisi Jepang, Amerika, Dan Indonesia

Jumat, 14 Januari 2011

Kelakuan Si Gayus semakin membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Terdakwa kasus mafia pajak itu tak lama ini dikabarkan pergi ke luar negeri dengan menggunakan paspor aspal (asli tapi palsu). Sebelumnya ia mengaku pernah menonton pertandingan tenis di Bali. Kalau saja tidak ada wartawan yang mempergoki dan memfoto dia, bisa jadi kepergiannya ke Bali tidak akan terendus oleh publik. Kepergian Gayus ke luar negeri pun juga tak luput karena adanya laporan dari masyarakat yang memudian mengirimkannya ke surat pembaca sebuah harian nasional. Percaya tidak saat itu ternyata Gayus sebenarnya masih dalam kondisi status penahanan di Mako Brimob. Tahu Brimob kan? Kalau itu sih semua orang juga tahu, itu mah pasukan elitnya Kepolisian Republik Indonesia! Dan tahu tidak, bebasnya Gayus itu di markasnya pasukan elit itu. Edian tuenan…! Tinggal pilih yang edian tuenan itu yang melepas atau yang dilepas.

Bicara masalah polisi saya teringat ada sebuah joke yang bisa menjadi semacam perenungan diri. Di suatu saat ada kompetisi polisi antara negara. Pesertanya dari Jepang, Amerika, dan Indonesia. Cara lombanya adalah dengan mencari seekor kelinci di dalam sebuah hutan. Siapa yang dapat menemukan kelinci dialah yang menjadi jawara.

Polisi dari Jepang dengan penuh kehatian-hatian menyusuri hutan. Selain itu polisi Jepang juga menyebar informan untuk mencari keberadaan kelinci serta menanyai seluruh penghuni hutan. Meskipun hutan telah diubek-ubek namun keberadaan kelinci nihil juga. Akhirnya setelah 3 bulan polisi Jepang menarik kesimpulan bahwa di hutan itu tidak ada kelincinya.

Giliran polisi dari Amerika, dengan senjata yang amat canggih mengobrak-obrak isi hutan. Tidak sekedar itu, karena belum juga menemukan si kelinci akhirnya 2 bulan kemudian dibabat habislah hutannya. Selain itu hutan pun dibakar. Kelincinya sih ketemu namun sudah dalam kondisi hitam legam terpanggang api bersama seluruh penghuni hutan yang lain.

Sekarang polisi dari Indonesia beraksi. Tanpa kesulitan 1 jam kemudian polisi tersebut keluar dari hutan sambil membawa seekor tikus yang hancur karena dipukuli. Sambil keluar dari hutan si tikus berteriak-teriak kesakitan, ”Ya, ya, ya saya mengaku, saya kelinci...!” Akhirnya menanglah polisi dari Indonesia dalam kompetisi itu. Hadiahnya berlibur ke Makau bersama Gayus, Ayin, Anggodo, dan Eddy Tansil.

Please, this is just kidding.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (171) coretan (126) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (68) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)