Tuing-tuing Teng

Rabu, 24 Agustus 2011

Sesuai jadwal semestinya kemarin tanggal 23 Agustus 2011 itu hasil tes akademis IPDN diumumkan. Mundur dari rencana semula yakni 18 Agustus 2011. Beberapa peserta sudah banyak yang menanyakan ke teman-teman, ya tentu saja dijawab belum ada. Tadi saya lihat di blognya salah satu bidang di BKD Jatim juga belum muncul. Tapi ada info lagi hasil pengumuman bisa diambil di BKD Jatim. Glodhag! Mengambil sendiri berarti harus datang ke Surabaya. Kalau yang sebelumnya pakai kurir, ada orang provinsi yang datang ke Ngawi mengantar pengumuman. Kadang juga tak sampai Ngawi, cuma berhenti di Madiun atau Ponorogo, kami sendiri yang harus mengambilnya di sana. Capek, tidak mangkus dan sangkil, maksudnya tidak efektif dan efisien.

Saya pikir dengan kemajuan teknologi di jaman sekarang segalanya bisa cepat dan berbiaya ringan. Saya pikir pengumuman bisa melalui fax atau lewat internet melalui website maupun email. Tuing...seketika hasilnya bisa diterima dalam hitungan detik. Kantor sudah tersambung internet, mesin fax juga tersedia. BKD Jatim pun idem. Tapi tak tahu pasti alasan kenapa harus mengambil langsung ke sana. Mungkin mereka punya pertimbangan lain yang ghaib bagi kami orang-orang daerah. Mereka orang-orang provinsi apalagi berlokasi di ibukota pastilah orang-orang cerdas. Ya jadilah salah satu teman berangkat naik bus. Keluar uang, keluar tenaga, bulan puasa jadi musafir.

Bagi adik-adik yang masih tersisa hingga tes akademis, bersiap-siaplah dag dig dug menanti hasil. Paling tidak besok baru bisa diumumkan. Selanjutnya bila lulus masih ada langkah-langkah berikutnya. Berikut saya sampaikan jadwalnya. Pemeriksaan ulang tes kesehatan dan kesamaptaan seharusnya 5-8 September 2011 menjadi 5-12 September 2011. Pantukhir 13-15 September 2011. Pengumuman seharusnya 14 September 2011 diundur 17 September 2011. Semuanya dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat. Yang berasal dari Jatim berangkat bersama di BKD Jatim tanggal 4 September 2011.

Mundurnya jadwal dalam rangkaian tes IPDN sudah sering terjadi. Kami yang di daerah yang harus menanggung repotnya, karena kamilah penghubung peserta. Tapi mungkin pada tahun inilah lebih banyak perubahan dalam jadwal dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Terpaksa pontang-panting apalagi pemberitahuan seringkali mepet waktunya.

Tahun ini saya membersamai peserta saat tes kesamaptaan untuk putra. Tahun-tahun sebelumnya tes kesamaptaan itu dijadikan satu paket dengan tes kesehatan, tapi kali ini dipisah. Dan lagi jadwalnya untuk satu provinsi hanya satu hari. Pengujinya pun berbeda, biasanya dari militer, kini dari Polda Jatim. Karena kedua tesnya terpisah terpaksa bolak-balik Ngawi-Surabaya apalagi tes untuk putra dan putri juga terpisah. Kalau tahun lalu lebih sip penjadwalannya. Hari pertama tes kesehatan putra, hari kedua tes kesamaptaan putra sekaligus tes kesehatan bagi putri, hari ketiga tes kesamaptaan putri. Memudahkan bagi kami yang di daerah. Ngirit tenaga dan biaya.

Jadwal semula lokasi tes di Lapangan Bhayangkara. Pagi-pagi sekali kami sudah tiba di lokasi. Kebetulan Ngawi urutan pertama jadi harus datang lebih awal. Kalau segera selesai maka pulangnya pun juga lebih cepat. Nah, yang ingin main-main dulu di Surabaya masih ada waktu.

Tapi sesampai di lapangan tak ada satu pun panitia. Beberapa peserta dari luar kota juga mulai berdatangan, sebagian didampingi BKD masing-masing, sebagian datang sendiri. Agak lama menunggu kok beluma ada tanda-tanda ada aktivitas. Ternyata lokasi tes dipindah ke halaman Rumah Sakit Bhayangkara. Itu pun karena ada inisiatif salah satu teman BKD dari lain kota yang menelepon temannya yang kebetulan sudah tiba di RS. Tuing-tuing, perubahan jadwal, perubahan lokasi, tidak ada papan petunjuk, tidak ada panitia sama sekali. Sekali lagi tuing tuing.

Sampai di sana kami terlambat. Akhirnya Ngawi yang harusnya kebagian tes di awal harus diserobot oleh daerah lain. Karena sistemnya per daerah. Mau protes ke panitia, tidak bisa, karena ini sudah diserahkan ke pihak Polda.

Ratusan peserta yang berasal dari satu provinsi itu dikumpulkan jadi satu dulu untuk dibriefing. Sayup-sayup saya dengar penguji mengatakan sebenarnya terlalu banyak orang untuk melakukan tes. Maka dibagilah menjadi 3 bagian. Jam 8, jam 11, dan jam 2. Jadilah Ngawi kebagian jam 2, padahal harusnya jam 8. Batin saya, kalau memang tahu tak mampu mengetes sebanyak itu kenapa tidak dibagi saja beberapa hari. Kami yang dari daerah kan bisa menyesuaiakan. Jauh-jauh dari daerah kami tiba di Surabaya malam hari, lalu esoknya pagi-pagi sekali sudah menuju ke lokasi, tapi akhirnya menunggu hingga siang. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi.

Oya ternyata ada perubahan lagi. Itu saya ketahui saat baca surat dari provinsi beberapa hari lalu. Ternyata ada pemeriksaan ulang tes kesehatan dan kesamaptaan di Kampus IPDN. Padahal sebelumnya tidak pernah ada pemeriksaan ulang. Biasanya di sana cuma tes pantukhir. Aneh ini. Sambil guyon teman-teman bilang, ya mungkin karena yang ngetes kali ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang militer, jadi panitia pusat tidak percaya. Hehehe...ada-ada saja. Tapi tetap saja tes tahun ini tuing-tuing teng!!! Apalagi kalau yang keterima cuma satu orang kayak tahun kemarin. Teng-teng tuing!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)