Gara-gara Ribut Dapat Emas

Senin, 06 Februari 2012

Tahun 1987 saya masih duduk di bangku SD. Suatu malam di tahun itu saya menyaksikan pertandingan bola melalui TVRI, satu-satunya saluran televisi yang bisa dinikmati di daerah saya dan sebagian besar wilayah NKRI saat itu. Timnas Indonesia tampil di final Sea Games memperebutkan emas. Saya lupa siapa lawannya. Pertandingannya sendiri dilangsungkan di Senayan.

Indonesia menang lewat sebiji gol yang dilesatkan oleh Ribut Waidi. Penonton bersorak kegirangan. Bayang-bayang emas untuk pertama kali pun muncul. Dan prit...prit...priiiiittttt!!! wasit membunyikan peluit tanda akhir pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Indonesia. Penyerahan medali emas disematkan oleh wakil presiden Pak Adam Malik. Hingga kini tayangan itu masih terekam kuat dalam memori saya.

Tiga tahun berselang, tahun 1991 Indonesia kembali merebut emas dari cabang sepakbola setelah sebelumnya gagal mempertahankan. Saat itu Sea Games dilangsungkan di Filiphina. Saya telah kelas 1 SMP. Saya turut menyaksikan melalui tayangan langsung di televisi. Melalui drama adu pinalti Indonesia menang. Itulah emas terakhir dari cabang sepakbola. Hingga kini belum sanggup Indonesia meraihnya lagi.

Beberapa waktu lalu hampir saja Indonesia merebut emas. Namun sayang di final, Indonesia yang diwakili anak-anak U23 kalah dari Malaysia lewat adu pinalti. Final ini ibarat mengulang pertandingan antara kedua negara pada perhelatan tahun sebelumnya, yakni Piala AFF. Saat itu timnas senior juga gagal menjadi juara setelah dikalahkan Malaysia.

Gagalnya Indonesia merebut emas dalam Sea Games yang dilangsungkan di negeri sendiri menambah deretan minimnya juara. Sepinya prestasi timnas seakan berbanding lurus dengan gonjang-ganjing induk organisasinya, yakni PSSI yang sering ribut. Kalau dulu gara-gara seorang Ribut (Waidi), Indonesia pernah meraih puncak prestasi di tingkat regional, bisakah dengan kondisi ribut-ribut seperti saat ini Indonesia mencapai puncak dunia?

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)