Ada Apa Dengan Komsat

Sabtu, 25 Februari 2012

Tak kenal maka tak sayang, demikian pepatah mengatakan. Untuk itu di sini kami memperkenalkan para Pengurus Harian yang sekarang mendapat amanah selama setahun periode ke depan di KAMMI Komisariat UGM. Tapi walaupun para PH tersebut tidak seluruhnya mengenal para anggota KAMMI di UGM (kabarnya sih jumlahnya lebih dari 500 orang), namun mereka tetap bertekad untuk menyayangi para kadernya. Tak kenal maka ta’aruf.

Ketua Umum KAMMI Komsat UGM ke-5 adalah Wurianto Saksomo, atau biasa dipanggil Pak Wuri (tapi Bu Wuri-nya belum ada lho). Di kalangan teman-temannya alumni Daaru Hiraa’ dulu biasa dipanggil Guswur. Satu-satunya PH ikhwan yang berkaca mata ini pada Bulan Februari 2004 kemarin telah menggenapkan separuh diennya, eh salah ding, menggenapkan studi S1-nya di Fakultas Hukum jurusan Hukum Tatanegara. Sosok yang katanya pendiam dan pemalu namun suka senyum ini berasal dari Madiun dan waktu di SMU pernah aktif di kelompok band sekolah, dan setelah masuk UGM tersesat di jalan yang benar yakni KAMMI. Pernah menjadi Ketua Korfak Hukum, Kabid PSDM KMFH, Sekjen Kompika, Presiden Partai Humaniora, dan Kabid Kastrat Komsat. Selain di Komsat sekarang sibuk mencari ma’isyah untuk persiapan kelanjutan proses dakwah yakni tarbiyah al usrah. Kalau dulu tekadnya harus menyeimbangkan antara aksi, ngaji, dan studi, maka setelah menjadi sarjana dimodifikasi sedikit menjadi melanjutkan studi, menekuni profesi, dan membangun keluarga Islami.

Untuk Sekretaris Jendral dipegang oleh Sudarsono dari fakultas paling timur di UGM, yakni Fakultas Peternakan. Aktivis dakwah kampus yang berasal dari Riau ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum di KMFPT dan Kabid Inlan KAMMI Korfak Peternakan. Sempat juga terlibat aktif di PKP AAI. Di tengah kesibukan menyelesaikan TA (Tugas Akhir) dan membina kajian di fakultas, sekarang juga harus mengawaki sekjen yang kebanyakan stafnya anak-anak muda, bahkan 2 biro di bawah Sekjen dipimpin oleh angkatan 2002 dan 2003, Novri (IB 03) sebagai KaBiro Pengembangan Organisasi dan Titik (PT 02) sebagai KaBiro Kesekretariatan. Yang menarik dalam Sekjen adalah pertemuan mereka yang rutin dilaksanakan jam 6 pagi. Sosok yang low profile dan pintar melobi ini sekarang tinggal di MerC. Targetnya tahun ini bisa lulus dan segera berkeluarga karena adiknya yang akhwat ternyata sudah duluan nikah. Dalam syuro’-syuro’ PH seringkali ia yang langganan tugas tilawah.

Bendahara Umum sekarang dipegang oleh Panca Okta Hutabrina atau biasa dipanggil Rina, seorang mahasantri Daaru Shalihat. Tugas berat harus disandang oleh akhwat yang berasal dari Solo ini (Solowesi maksudnya, alias dari Makassar) karena harus berhubungan dengan masalah pendanaan. Seperti kita ketahui selama ini bahwa Komsat sangat minim dalam hal dana bahkan seringkali harus utang sana-sini untuk  aktivitasnya. Rina berasal dari Fakultas MIPA angkatan 2002, selain aktif di kegiatan dakwah fakultas, ia juga pernah menjadi staf Bidang Kajian Strategis periode sebelumnya sebagai bendahara bidang. Meskipun setiap saat harus pusing mengatur uang namun sifat humorisnya tidak pernah lenyap. PH paling muda ini juga dikenal pintar bela diri dan juga pembalap, nggak main-main ‘kan. Biar akhwat tetap qowy lho.

Selanjutnya Ketua Bidang Kaderisasi diamanahkan kepada Tri Iwan Isbumaryani, atau biasa dipanggil Pak Iwan, dari Fakultas Pertanian Jurusan Agronomi dan sekarang juga sedang tekun menyelesaikan skripsi. Alumni Daaru Hiraa’ ini orangnya anggun (anak gunung) karena berasal dari Gunung Kidul (Wonosari). Pernah menjadi wakil ketua KAMMI Korfak Pertanian dan Ketua JMP (Jamaah Mushola Pertanian), juga aktif di PKP AAI. Di kalangan teman-teman KKN-nya, bersama Wuri, sering dipanggil Pak Jenk (Pak Jenggot) karena mereka berdua berjenggot. Pemuda yang murah senyum ini rencananya akan tinggal di Sekretariat Komsat UGM. Untuk urusan protokoler dengan masyarakat, biasanya ia yang dijadikan juru bicara selain kebagian mimpin doa. Bersama satu tim di Kaderisasi mempunyai tanggung jawab yang besar untuk mengelola kader.

Bidang Humas pada periode ini dipegang Anik Rohmiyati, atau adek-adeknya biasa memanggil Mbak Anik Sosok yang pembawaannya kalem dan tenang ini alumni Daaru Shalihat. Akhwat Wonogiri ini masih kuliah di Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Asia Barat, sehingga kemungkinan pintar bahasa Arab (yah minimal fasih membaca Al Qur’an dong) dan sedang menyelesaikan TA-nya. Pernah menjadi Kabid PSDM KMIB dan Kabid Kaderisasi Korfak IB. Pernah juga di staf  Bidang Kastrat. Sekarang tinggal di Daaru Qonita (DS lama).
  
Bidang Sosial Kemasyarakatan tetap dipegang oleh Rasyid Mahmudin, ikhwan dari Betawi. Aktivis yang kuliah di Fakultas Sospol Jurusan Hubungan Internasional semester akhir ini pernah menjadi Menteri Sosial Kemasyarakatan di BEM KM UGM dan Kabid Sosmas Komsat UGM pada periode sebelumnya. Orangnya istiqomah terbukti sekarang terpilih lagi jadi Kabid Sosmas, pendiam namun telaten dalam mengelola kader dan berdakwah sya’bi. Kadang-kadang ia juga pelupa, janjian rapat jam 1 datangnya jam 4, begitu janjian rapat jam 4 eh malah datang jam 1. Di bawah naungan komsat sekarang masih mengelola dakwah di Kali Code, Cangkringan, anak-anak jalanan, bimbingan belajar buat masyarakat marjinal, dll. Tinggalnya di BIK (Bina Insan Kamil). Pintar cas cis cus bahasa Inggris.
  
Untuk Bidang Kajian Strategis dikomandani oleh Akbar Tri Kurniawan yang sekarang masih nyantri di Daaru Hiraa’. Masih kuliah di Fakultas Pertanian angkatan 2001 dan masih menjadi Menteri di BEM KM UGM serta Kabid Kastrat Korfak PN. Ikhwan dari Lumajang ini pernah menjadi staf Bidang Kastrat periode sebelumnya dan tim aksi KAMMI. Sebagaimana  orang Jawa Timur pada umumnya maka orangnya keras, apa adanya, tanpa basa basi, sehingga cocok menjadi orator umat. Hobinya aksi, ngaji, dan diskusi, dan insya Allah juga hobi studi.
  
Yang terakhir Ka LSO Sosial Politik Kampus dipimpin oleh sosok yang tak asing lagi dalam belantara dunia politik kampus UGM, yakni Suherman, dari Fakultas MIPA. Pernah menjadi Ketua Senat MIPA dan Ketua DPM KM UGM. Sekarang menjadi Presiden Partai Bunderan.

Suplemen Kader Untuk Penguatan Internal

Untuk melancarkan amanah-amanah yang diemban maka diperlukan proses penguatan internal di dalam kepengurusan komsat, sebelum melakukan hal yang lebih besar. PR besar harus dihadapi oleh PH yakni kurangnya intima’ jamaah kader, kurang pedulinya kader terhadap agenda-agenda komsat, perasaan tidak teropeninya kader, tidak sukanya kader KAMMI untuk merespon masalah sosial politik, penataan organisasi, dll.
    
Untuk internal PH sendiri telah diadakan forum ta’aruf dengan format silaturahim ke salah satu PH, yakni di Wonosari, Gunung Kidul pada pertengahan Februari. Selanjutnya setelah diadakan pelantikan PH dan rekrutmen staf, maka diadakan Up Grading pengurus Komisariat. Acara tersebut diadakan pada Rabu, 25 Februari 2004 di Masjid Mujahidin mulai sore dan mabit hingga pagi. Materi I disampaikan oleh Ustadz Siswo Bowo Laksono, S.TP dengan tema Menguatkan Semangat Berdakwah dan Materi II oleh Henry Dunant (mantan Ketua Komsat UMY) dengan tema Peran KAMMI dalam Pemilu 2004. Selain itu juga ada Qiyamul lail dan muhasabah menjelang subuh.
    
Pada tanggal 6-7 Maret 2004, komsat UGM mengadakan Training for Decision Maker (T-Fordem) di DH Baru Malangrejo untuk memberikan suplemen kepada kader tentang konsep politik dengan mengambil tema Peran Strategis Kampus dalam Jihad Siyasi. Acaranya berupa diskusi, workshop, dan games. Materinya antara lain: Konsep Dakwah Kampus oleh M. Nurrofiq, ST (mantan aktivis Jamaah Shalahudin), Amal Jama’i oleh Firmansyah, S.Si (pendiri Gama Cendikia), Strategi Pemenangan Dakwah Politik oleh  Nurhidayanto, S.IP (mantan Presiden KM UGM), Menjadi Pahlawan Indonesia oleh Ustadz Cahyadi Takariawan, dan bonus kajian Membangun Semangat Jihad oleh Ustadz Tulus Musthofa, Lc., M.A (pengasuh PPM DH).
    
Pada tanggal 13 Maret 2004 diadakan Training for Trainer di Mardhiyah untuk pembekalan bagi relawan yang akan diterjunkan ke masyarakat dalam rangka Voter Education. Pematerinya antara lain Mungki Rahardian (Ketua KAMMI DIY) dan tim dari Gama Cendikia.

Sumber: Koran KAMMI Edisi Perdana (tahun 2004)
Dibuang sayang, mumpung sekarang teknologi telah mendukung, tulisan-tulisan yang tersimpan di file komputer diterbitkan saja ke dalam blog pribadi, siapa tahu berguna. Paling tidak peristiwa masa lalu masih bisa dikenang. Ya nggak.

1 komentar:

Ade Hidayat mengatakan...

Jd inget masa doeloe, bantu2 sosmas dgn koordinasi jarak jauh (jogja-jakarta) dgn mas'ul..

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)