Kartu Pintar

Senin, 23 Mei 2011

Berapa banyak kartu yang ada di dompet Anda? Mungkin 2, terdiri dari KTP dan SIM. Mungkin juga lebih karena ditambah dengan kartu ATM. Atau mungkin tidak punya, karena memang tidak punya dompet hehehe... Dompet saya paling tidak ada KTP, SIM, dan kartu ATM. Ketiga jenis kartu itu memang sangat penting dan sangat perlu untuk dibawa ke mana-mana. Kartu ATM saya ada 3, tapi jangan ditanya saldonya. Sedikit tentunya.

Sebelum ada bank syariah di Ngawi saya menggunakan kartu ATM Bank Muammalah yang bisa dibeli di Kantor Pos, namun tidak diberi buku rekening. Setelah Bank BNI membuka layanan syariah di kota ini, saya membukanya sehingga saya pun punya kartu ATM BNI Syariah. Sedangkan kartu satunya lagi adalah ATM Bank Jatim. Sebabnya ya gara-gara program pemerintah membikin Kartu Pegawai Elektronik, yang mewajibkan setiap PNS membuka rekening di Bank Jatim.

Selain kartu-kartu di atas di rumah masih tersimpan kartu-kartu yang lain. Di antaranya Kartu Askes, Kartu Pegawai, Kartu Berobat (ada 3 lho, dari puskesmas dan rumah sakit), Kartu Alumni UGM. Ribet kalau dibawa semuanya dalam satu dompet. Orang lain bahkan mungkin lebih banyak kartunya. Ada kartu kredit, kartu diskon belanja, kartu perpustakaan, kartu jamkesmas, kartu tanda anggota parpol, kartu monopoli, kartu kwartet, kartu remi, kartu gaple, .... (ditulis sendiri).

Saya membayangkan alangkah mudahnya jika segala macam kartu itu diwujudkan dalam bentuk satu kartu saja. Satu kartu yang berfungsi macam-macam, satu kartu multifungsi. Orang-orang sono menyebutnya Smart Card atau No Stupid Card hehehe... Ah nggak usah latah ikut-ikutan lidah bule, cukup dengan istilah Kartu Pintar. Bangga dengan bahasa sendiri.

Kalau SIM mungkin agak susah ya menggabungkannya, karena melibatkan institusi kepolisian dan harus ada ujian untuk mendapatkannya. Tapi kalau fungsi yang lain mungkin masih bisa. Paling tidak untuk satu daerah kabupaten sebesar Ngawi ini pun bisa dijadikan percontohan. Siapa tahu anggota DPR tak usah jauh-jauh studi banding ke Afrika atau Eropa. Cukup naik bus Mira atau Sumber Kencono sudah bisa menjangkau kota ini untuk melihat keberhasilan program Kartu Pintar (hehehe...kalau memang ada lho).

Kartu pintar ini besarnya hampir sama dengan kartu ATM. Isinya hampir sama dengan KTP, ada identitas pemilik, tanda tangan, dan foto, sehingga berfungsi sama dengan KTP bahkan lebih dari itu. Apa kelebihannya. Bisa dijadikan kartu ATM sehingga bisa menarik tunai di ajungan tunai mandiri. Bisa dijadikan kartu berobat gratis di seluruh puskesmas, rumah sakit, praktek dokter, dan klinik pengobatan yang bekerja sama (kalau nggak gratis paling tidak ada diskon). Bisa dijadikan kartu identitas sekaligus kartu absen bagi pegawai dan pelajar. Jadi, jika absen tak perlu manual atau nitip ke teman, cukup dengan menggesek kartu tersebut ke mesin pembaca absen.

Bisa dijadikan kartu perpustakaan. Bisa dijadikan kartu diskon untuk memasuki wahana wisata di Ngawi. Bisa dijadikan kartu diskon di toko-toko yang bekerja sama. Dengan menunjukkan kartu ini pengguna bisa mendapatkan potongan harga. Bisa dijadikan kartu gesek (kartu kredit), ini sih bagi yang berduit. Bisa dijadikan kartu pemilu, kalau secara nasional belum bisa digunakan, ya penggunaannya pas pilkades, pilkasun, atau pilkate (pilihan RT maksudnya).

Bisa untuk kartu asuransi atau jaminan sosial. Jadi pemilik kartu dan keluarganya, apabila mengalami kecelakaan mendapatkan santunan dari pemerintah daerah, jika meninggal dunia mendapatkan santunan kematian. Bisa untuk kartu parkir berlangganan. Dengan menunjukkan kartu ini bebas biaya parkir kendaraan di tempat-tempat tertentu. Bisa jadi kartu ngenet gratis di warnet-warnet bertanda khusus dan makan gratis di warung-warung bertanda khusus (hehehe...nglamak yaks...).


Gitu deh sementara. Kapan-kapan kalau kepikiran fungsi yang lain bisa ditambahkan. Oya yang penting kan aplikasinya. Iya nih Pak Bupati. Kira-kira sudah ada wacana belum ya?
 

2 komentar:

purwanto mengatakan...

idenya keren, tambah keren dan pintar lagi kalo kartunya bisa nyari duit sendiri

Anonim mengatakan...

Wakakakakaka......

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)