12 Plus 1 Jurus Nggedabrus (Seri Pamungkas)

Selasa, 08 Mei 2012

Ini bagian terakhir alias pamungkas. Baca dulu deh seri-seri sebelumnya yakni seri perdana dan seri lanjutan. Secara singkat beberapa program unggulan sebelumnya adalah spesialisasi jabatan, lelang jabatan, program pengabdian di desa, sistem reward, kontrak kinerja, beasiswa pendidikan yang selektif, transparan, dan akuntabel, pelayanan satu pintu, pelayanan online, ruang konseling dan konsultasi kepegawaian, anjungan informasi kepegawaian, pengelolaan website,  SMS kepegawaian.

Seri Pertamax: klik di sini
Seri Lanjutan: klik di situ

hendrawanonline.blogspot.com
Ketigabelas, pelatihan wirausaha bagi calon pensiunan. Selama ini PNS yang pensiun diberi tali asih uang sebesar 1 juta rupiah. Kalau dalam setahun ada 500 orang yang pensiun maka dibutuhkan dana setengan milyar. Padahal beliau-beliau nantinya juga masih dapat uang pensiun rutin tiap bulan, uang taspen, dan pengembalian bapertarum. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para ”sesepuh” yang telah puluhan tahun mengabdi di lingkungan birokrasi, barangkali kegiatan tali asih perlu ditinjau ulang. Pemberian uang itu saya rasa hanya memberi ikan, bukan kail. Bagaimana kalau kailnya adalah dengan memberikan pelatihan wirausaha saja. Dengan demikan pasca bekerja formal sebagai PNS, para pensiunan yang ingin berwirausaha memiliki bekal skill dan jaringan. Kalau uang 1 juta bisa habis dalam sekejab, tapi kalau pengetahuan bisa berjangka panjang dan menghasilkan, malah bisa menciptakan lapangan kerja lho.

Berapa dana yang dibutuhkan Pemda? Gratis. Lho kok!? Lha iya. Kerjasama saja dengan pihak bank. Selama ini, saya tahu, ada beberapa bank yang ”mengejar-ngejar” para calon pensiunan. Buat apa? Ah tahulah itu, bukan hal yang tabu kok. Berebut cari nasabah. Nah, buat saja pelatihan bekerjasama dengan pihak bank. Mereka yang mendanai, BKD yang menghubungi/mengundang calon pensiunan. Apalagi, saya yakin, bank pasti punya mitra wirausahawan, diajak saja pula para calon pensiunan ke sana, anjangsana, melihat-lihat bisnis. Siapa tahu tertarik berbisnis saat purna tugas. Modalnya, pinjam bank itu. Nah lho, saling menguntungkan kan. Uang tali asih bisa digunakan untuk jurus-jurus lain seperti di atas. Artinya, boleh jadi jurus-jurus di atas itu tak perlu ada penambahan anggaran. Pemkab tak jadi bangkrut kan.



Sementara 13 itu saja dulu. Angka sial? Ah saya tak percaya. Coba deh, 13 itu diwujudkan, mudah-mudahan tidak membawa kesialan. Kalau nggak suka dengan angka itu ya mangga pakai saja angka 12 plus 1, atau 12A, atau 14 minus 1, atau 15 minus 2, atau 1 juta minus 999.987, halah malah repot amir.

Oh ya, namanya juga cuma menulis pasti lebih mudah daripada menjalankannya. Tentu saja, saya ‘kan Blogger (ehm kayaknya sudah PD menyebut diri sebagai Blogger nih), kerjaannya memang menulis dan menerbitkan (posting). Mumpung lagi gratis. Menjadi blogger juga gratis. Bermimpi juga masih gratis.

Mudah ya menuliskannya. Iya memang mudah makanya jadilah penulis, jadilah blogger. Daripada nggrundel ra karuan mending menulis, bisa produktif, siapa tahu tulisan dibaca orang penting. Daripada misuh-misuh menyesali keadaaan mendingan mengarang indah hehehe... Sama-sama “berbunyi” tapi hasilnya lain. Paling tidak dibaca orang lain, dikasih masukan, ditambal kekurangannya, lahir transaksi ide. Jujur, saya kalau mewujudkannya juga belum tentu bisa kok. Soalnya impian saya belum tentu sama dengan impian orang lain. Begitu juga jurus-jurusnya, beragam, ada yang jurus mabuk, jurus monyet, jurus langkah seribu, atau jurus nggedabrus kayak saya. Anda?

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)