Teori Penelitian Analisis Isi

Rabu, 17 April 2013

Definisi   
Menurut Krippendorff (1991: 15; dalam Retnoningsih, 2012: 35) analisis isi adalah suatu teknik untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (repicable) dan sahih, dengan memperhatikan konteksnya. Model analisis isi bukan hanya mengetahui bagaimana isi teks berita, tetapi bagaimana pesan itu disampaikan hingga bisa melihat makna yang tersembunyi dari suatu teks (Eriyanto, 2001: xv). Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang fenomena yang diteliti.
  
Lan (2002: 42-43) menyebutkan bahwa teknik penelitian yang menggunakan analisis isi berangkat dari tiga sifat yang melekat padanya yakni objektif, sistematis, dan generalitas. Sifat objektif pada teknik analisis isi menyiratkan adanya kesamaan hasil yang akan diperoleh apabila penelitian ini dilakukan oleh orang lain. Sistematis merupakan sifat yang menandai bahwa kategorisasi yang ada dalam penelitian ini mengikuti aturan yang telah ditetapkan secara konsisten. Persyaratan semacam ini menjamin penyeleksian dan pengkodingan data tidak mengalami bias. Sedangkan sifat generalitas dari teknik analisis isi ini mengarahkan bahwa hasil temuan dalam penelitian harus memiliki relevansi teoritis.
  
Dengan demikian dapat disederhanakan bahwa analisis isi adalah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi yang terdokumentasi misalnya dalam bentuk buku, surat kabar, peraturan, rekaman, film, manuskrip, dan lain-lain.

Tahap
Untuk melakukan penelitian analisis isi, berikut ini tahap-tahap yang mesti dilakukan:
  • Pertanyaan Penelitian atau Perumusan Masalah
Pertanyaan penelitian dapat disebut sebagai kunci pembuka kegiatan penelitian sehingga memungkinkan peneliti secara leluasa melihat permasalahan yang terjadi. Setidaknya ada 3 komponen yang perlu ditampakkan yaitu (1) sesuatu hal yang dikaji dan terdokumentasi, (2) pada media tertentu, dan (3) berada pada periode tertentu. Contoh pertanyaan penelitian: Sejauh mana netralitas pemberitaan pemilihan Gubernur DKI yang disajikan oleh surat kabar Republika dan Koran Tempo pada edisi 1 Juni sampai dengan 30 September 2012?

  • Pemilihan Media (Sumber Data)
Peneliti harus menentukan sumber data yang relevan dengan masalah penelitian. Suatu observasi yang mendalam terhadap perpustakaan dan berbagai media massa seringkali akan membantu penentuan sumber data yang relevan. Penentuan periode waktu dan jumlah media yang diteliti (sampel), bila jumlahnya berlebihan, juga penting untuk ditentukan pada tahap ini. Pada contoh di atas, maka sumber data berasal dari pemberitaan Republika dan dan Koran Tempo, sedangkan periode waktunya antara 1 Juni sampai dengan 30 September 2012.

  • Definisi Operasional
Definisi operasional ini berkaitan dengan unit analisis. Penentuan unit analisis dilakukan berdasarkan topik atau masalah riset yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Penyusunan Kode dan Mengecek Reliabilitas
Kode dilakukan untuk mengenali ciri-ciri utama kategori. Idealnya, dua atau lebih coder sebaiknya meneliti secara terpisah dan reliabilitasnya dicek dengan cara membandingkan satu demi satu kategori.

  • Analisis Data dan Penyusunan Laporan
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disusun laporan penelitian dengan menggunakan format sesuai kaidah akademis.

Karakteristik    
Adapun karakteristik khas dari metode analisi isi adalah:
  • Penelitian analisis isi menggunakan media sehingga praktis hanya terjalin dalam hubungan antara peneliti dan objek non manusia yang ditelitinya. Peneliti tidak dapat mengintervensi objek yang diteliti. Ini berbeda dengan metode riset yang lain, misalnya wawancara dan observasi.
  • Penelitian dengan metode analisis isi bisa dilakukan oleh peneliti di tempat kerjanya berada. Peneliti tidak harus turun ke lapangan karena semua bahan penelitian dapat dihadirkan atau dikumpulkan di tempat peneliti. Dengan pertimbangan tempat yang demikian, penelitian dengan metode analisis isi memiliki keleluasaan waktu dalam pengerjaannya. 
  • Penelitian metode analisis isi hanya berkait dengan data terdokumentasi yang secara eksplisit terekam indera manusia. Data yang demikian cenderung tidak akan berubah dan imun terhadap intervensi peneliti.
  • Riset analisis isi berbiaya lebih murah dibanding dengan metode penelitian yang lain dan sumber data lebih mudah diperoleh.
  • Analisis isi dapat digunakan ketika penelitian survey tidak dapat dilakukan.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya

 

Label

kepegawaian (148) coretan (123) serba-serbi (86) saat kuliah (71) oase (67) pustaka (62) keluarga (58) tentang ngawi (58) hukum (49) peraturan (46) tentang madiun (37) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (17)