Batik Banyubiru mulai naik daun (kayak ulat bulu dong hehehe...). Beberapa kali Radar Madiun, koran yang menjadi bagian Jawa Pos Group memberitakannya di halaman Radar Ngawi. Batik Banyubiru merupakan batik tulis asli daerah Ngawi. Banyubiru itu sendiri adalah nama sebuah desa yang masuk Kecamatan Widodaren, berada di kaki Gunung Lawu. Dari jalan raya Solo-Madiun, dari pertigaan Gendingan belok ke selatan. Kira-kira 8 km jaraknya. Jalan ke Banyubiru merupakan jalan menuju pabrik karet Tretes. Sedangkan daerah yang menjadi sentra pengrajin batik berada di Dusun Sukorejo.
Kebetulan istri saya asli berasal dari Sukorejo (atau orang-orang juga sering menyebutnya Tempurejo). Ia pun keturunan pengrajin batik terdisional. Nenek dan ibunya dulunya adalah pembatik. Tak ketinggalan ia sendiri pun sejak remaja sudah terbiasa dengan membatik. Hingga akhirnya industri batik tulis mati suri. Banyak yang gulung tikar. Terus terang saya belum pernah melihat istri mendemonstrasikan aksinya membatik. Mudah-mudahan tak lupa dengan ilmunya.
Prosedur Mutasi Yang Jelas
Jumat, 08 April 2011
Yth. Bapak/Ibu,
Jika diperbolehkan bertanya tentang prosedur mutasi yang jelas mulai dari awal sampai akhir. mulai dari belum mendapatkan surat lolos butuh sampai dengan selesai. Hal tersebut sampai dengan saat ini belum pernah ada dan oleh beberapa oknum digunakan untuk berbuat yang salah. sehingga yang akan melakukan mutasi di ping pong dan juga di peras agar mutasinya berhasil.
Nb : sangat mengharapkan informasi dari yang berwenang ...
Terima kasih ...
Triarto
Jika diperbolehkan bertanya tentang prosedur mutasi yang jelas mulai dari awal sampai akhir. mulai dari belum mendapatkan surat lolos butuh sampai dengan selesai. Hal tersebut sampai dengan saat ini belum pernah ada dan oleh beberapa oknum digunakan untuk berbuat yang salah. sehingga yang akan melakukan mutasi di ping pong dan juga di peras agar mutasinya berhasil.
Nb : sangat mengharapkan informasi dari yang berwenang ...
Terima kasih ...
Triarto
Gerakan KAMMI Mengajar
Kamis, 07 April 2011
Berpijak pada keprihatinan atas minimnya pendidikan agama di masyarakat korban Merapi, KAMMI Komisariat UGM meluncurkan sebuah program bertajuk “Gerakan KAMMI Mengajar”. Program ini mengajak civitas akademika UGM untuk menjadi tenaga pengajar pada TPA-TPA di kawasan Cangkringan, Sleman yang terkena letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu.
Menurut Kharis Pradana, penanggung jawab program, inisiasi Gerakan KAMMI Mengajar merupakan salah satu wujud kepedulian atas minimnya pendidikan Al-Qur’an dan keagamaan di kawasan Merapi.
“Kami melihat, banyak TPA di kawasan pedesaan Sleman, terutama yang terkena musibah letusan Gunung Merapi, mati suri karena kekurangan tenaga pengajar. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan Forum Komunikasi TPA setempat mencoba untuk menghidupkan kembali TPA-TPA dengan suplai tenaga pengajar dari mahasiswa UGM. KAMMI masuk di sini”, terang Kharis.
Menurut Kharis Pradana, penanggung jawab program, inisiasi Gerakan KAMMI Mengajar merupakan salah satu wujud kepedulian atas minimnya pendidikan Al-Qur’an dan keagamaan di kawasan Merapi.
“Kami melihat, banyak TPA di kawasan pedesaan Sleman, terutama yang terkena musibah letusan Gunung Merapi, mati suri karena kekurangan tenaga pengajar. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan Forum Komunikasi TPA setempat mencoba untuk menghidupkan kembali TPA-TPA dengan suplai tenaga pengajar dari mahasiswa UGM. KAMMI masuk di sini”, terang Kharis.
Jadi Anak Band
Rabu, 06 April 2011
Tidak ada yang menyangka jika saya pernah main band dan tampil di panggung di hadapan ratusan penonton. Pengalaman ini terjadi saat saya masih berseragam putih abu-abu. Ya, saat itu masih di bangku SMA, tepatnya kelas tiga, sekitar 15 tahun yang lalu. Tampil dalam rangka hari ulang tahun SMA 3 Madiun. Momennya dinamakan SISO CUP. Dalam ajang itu beraneka ragam seni dan pertunjukan ditampilkan para murid. Dari yang tradisional hingga modern. Ada musik, nyanyi, menari, disco, teater, peragaan busana, dan lain-lain. Biasanya pentas seni ini merupakan puncak acara dari serangkaian acara sebelumnya, yakni lomba-lomba. Sehingga sekaligus dalam acara itu pula diumumkan juara berbagai lomba.
Saya masih ingat acara itu dilangsungkan pada tanggal 17 Agustus 1996, hari Sabtu. Saat itu SMA 3 masih dibagi dalam 2 lokasi, yakni di Jalan Suhud Nosingo (sekolah timur) dan Jalan HA Salim (sekolah barat). Sekarang kedua lokasi itu sudah ditinggalkan dan SMA 3 telah menempati lokasi baru di Ring Road sebagai Rintisan Sekolah Internasional. Setelah mengikuti upacara hari kemerdekaan di sekolah timur, para murid berbondong-bondong ke sekolah barat yang berjarak sekitar 5 km, karena pertunjukan diadakan di sana. Panggung telah tersedia di aula, tinggal memasang asesoris.
Saya masih ingat acara itu dilangsungkan pada tanggal 17 Agustus 1996, hari Sabtu. Saat itu SMA 3 masih dibagi dalam 2 lokasi, yakni di Jalan Suhud Nosingo (sekolah timur) dan Jalan HA Salim (sekolah barat). Sekarang kedua lokasi itu sudah ditinggalkan dan SMA 3 telah menempati lokasi baru di Ring Road sebagai Rintisan Sekolah Internasional. Setelah mengikuti upacara hari kemerdekaan di sekolah timur, para murid berbondong-bondong ke sekolah barat yang berjarak sekitar 5 km, karena pertunjukan diadakan di sana. Panggung telah tersedia di aula, tinggal memasang asesoris.
Visi Misi BKD (Bagian II)
Selasa, 05 April 2011
Di era otonomi daerah, reformasi birokrasi bukan lagi menjadi suatu pilihan namun telah menjadi sebuah keharusan. Reformasi birokrasi meliputi reformasi kelembagaan (struktural) dan reformasi budaya kerja (kultural). Menciptakan sistem yang berkualitas tanpa pernah melahirkan orang yang berkompeten dalam melaksanakan tugasnya akan menjadikan tujuan organisasi tidak tercapai. Sebaliknya merekrut orang yang profesional namun sistem yang berjalan belum mapan juga akan membuat organisasi kurang dipercaya. Karena itu keseimbangan antara sistem dan personal perlu dilakukan.
Selain itu birokrasi pemerintahan menghadapi berbagai persoalan di setiap masanya. Segala peluang yang ada, jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bisa saja berbalik menjadi ancaman. Namun demikian di balik tantangan, pasti ada harapan. Tantangan itu antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudahan akses informasi yang didapatkan oleh masyarakat, harapan publik akan transparansi pelaksanaan tata kelola pemerintahan, regulasi yang semakin bertambah dan berubah yang tak jarang berbenturan, jumlah pegawai yang mencapai ribuan personel dengan berbagai karakter dan kemampuannya, dan lain-lain.
Selain itu birokrasi pemerintahan menghadapi berbagai persoalan di setiap masanya. Segala peluang yang ada, jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bisa saja berbalik menjadi ancaman. Namun demikian di balik tantangan, pasti ada harapan. Tantangan itu antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudahan akses informasi yang didapatkan oleh masyarakat, harapan publik akan transparansi pelaksanaan tata kelola pemerintahan, regulasi yang semakin bertambah dan berubah yang tak jarang berbenturan, jumlah pegawai yang mencapai ribuan personel dengan berbagai karakter dan kemampuannya, dan lain-lain.
Visi Misi BKD (Bagian I)
Minggu, 03 April 2011
Secara sederhana visi bisa diartikan sebagai impian atau cita-cita yang ingin diwujudkan. Sedangkan misi adalah dengan cara apa dan bagaimana visi itu diwujudkan. Sebagai gambaran, Anda bermimpi ingin pergi ke Jakarta, ini adalah visi. Sedangkan cara menuju ke Jakarta bisa bermacam-macam, bisa dengan naik bus, kereta api, pesawat, naik motor, naik sepeda, dan jalan kaki. Ini adalah misi.
Sebagai referensi berikut ini saya tampilkan visi dan misi beberapa BKD di antero nusantara. Ini hanya sebagian kecil dari yang ada, diolah dari berbagai sumber. Oh ya jika ada yang belum tahu apa itu BKD, BKD adalah singkatan dari Badan Kepegawaian Daerah. Satuan kerja pemerintah yang mengurusi manajemen kepegawaian aparatur. Kalau di perusahaan swasta mirip dengan Departemen HRD atau Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Sebagai referensi berikut ini saya tampilkan visi dan misi beberapa BKD di antero nusantara. Ini hanya sebagian kecil dari yang ada, diolah dari berbagai sumber. Oh ya jika ada yang belum tahu apa itu BKD, BKD adalah singkatan dari Badan Kepegawaian Daerah. Satuan kerja pemerintah yang mengurusi manajemen kepegawaian aparatur. Kalau di perusahaan swasta mirip dengan Departemen HRD atau Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Dari Honorer Ke CPNS (Bagian II)
Sabtu, 02 April 2011
Dengan berlakunya PP Nomor 48 Tahun 2005, Pemerintah telah melakukan pendaftaran terhadap semua tenaga honorer dan telah dilaksanakan pengisian daftar pertanyaan. Sebagian telah diangkat sebagai CPNS. Berdasarkan hasil evaluasi akhirnya diadakan perubahan aturan yakni dengan PP Nomor 43 Tahun 2007. Perubahan tersebut di antaranya mengatur tentang persyaratan usia dan masa kerja.
Dari Honorer Ke CPNS (Bagian I)
Jumat, 01 April 2011
Untuk kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, baik pada pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah, sebagian dilakukan oleh tenaga honorer. Di antara tenaga honorer tersebut ada yang telah lama bekerja kepada pemerintah dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh pemerintah. Mengingat masa bekerja mereka sudah lama dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh pemerintah, dalam kenyataannya sebagian tenaga honorer tersebut telah berusia lebih dari 35 (tiga puluh lima) tahun dan berdasarkan peraturan perundang-undangan tidak dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, maka bagi mereka perlu diberikan perlakuan secara khusus dalam pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.
Langganan:
Postingan (Atom)





