Pose Bugil PNS Ngawi

Selasa, 16 Agustus 2011

ngakak.blogdetik.com
Dunia persilatan ..eh dunia pendidikan Ngawi (lagi-lagi) diguncang prahara. Setelah lepas dari berita-berita tentang pungli di sekolah, yang akhirnya para terdakwanya divonis bebas, kini muncul berita lagi. Saya baca tadi siang di radar Madiun. Seorang guru PNS berpose tidak senonoh di akun jejaring sosial. Ah tampaknya tak mau kalah dengan para murid. Memang beberapa tahun yang lalu muncul di intenet adegan suami istri yang dilakukan oleh pelajar Ngawi. Semoga ke depannya tidak menular ke pihak lain, para pendekar pendidikan. Murid sudah, guru SD sudah, masak guru SMP, guru SMA, guru SMK, kepala sekolah, penilik, dan pengawas mau ikut-ikutan. Jangan ah...

Kasus kali ini menarik karena paling tidak ada tiga hal. Pertama, dilakukan oleh guru. Seperti apa pose-posenya, wah jangan tanya saya, saya tidak melihatnya. Apa posenya kayak bintang-bintang sinetron itu? Dibilangin jangan tanya saya kok. Kedua, guru itu mengajar di sebuah sekolah favorit. Tentu saja ini membawa efek yang luar biasa. Apa? Nama baik. Ya, benar, nama baik. Segala prestasi yang selama ini dipelihara jadi runtuh dalam sekejap. Ketiga, beritanya diekspos saat bulan Ramadan. Lho apa hubungannya? Ya suka-suka saya lah, Anda cari saja hubungannya. Tapi benar kan sekarang bulan Ramadan.

Buka Di Jalan

Senin, 15 Agustus 2011

Pernahkah Anda berbuka puasa saat perjalanan? Tentunya agak beda rasanya jika berbuka di rumah, apalagi sembari ditemani anggota keluarga lain. Saya pernah merasakan berbuka di perjalanan, bahkan hampir tidak dapat berbuka sampai menjelang Isya’. Jauh dari anak istri.

Saat itu saya sedang di Jakarta dua tahun silam. Saya mengikuti diklat selama 2 bulan lebih. Di penghujung diklat kami bertemu dengan awal ramadan. Jadilah saya menjalani hari-hari puasa di luar kota. Makan sahur dan buka di warteg. Sumpah, baru kali ini lah saya merasakan dan menjadi pelanggan warteg yang banyak didirikan oleh orang-orang Tegal di ibukota ini. Ya maklum meskipun biaya hidup ditanggung oleh penyelenggara diklat tapi tidak bisa saya bermewah-mewah. Harga-harga di Jakarta mahal. Saya bahkan ngekos selama itu.

Ramadan Di Karangasri 2011

Sabtu, 13 Agustus 2011

Agenda kegiatan ramadan di Perumnas Bumi Karangasri seperti tahun-tahun sebelumnya masih terpusat di Masjid Al Ikhlas. Sholat tarawih, kultum Subuh dan Tarawih, TPA, buka bersama, pengajian ibu-ibu, dan tadarus adalah bagian darinya. Menjelang bulan puasa anak-anak diajak pawai ke sekeliling kompleks, jalan kaki. Biasanya di malam takbir mereka juga akan digerakkan lagi untuk keliling kompleks, membawa obor, takbiran. Dan biasanya saya sekeluarga tak bisa mengikuti takbiran di rumah karena memang sudah mudik, baik ke Madiun maupun Widodaren. Takbirannya di kampung halaman.

Hingga belasan hari bulan Ramadan, jumlah jamaah tarawih masih banyak. Ruang utama masjid masih penuh dengan jamaah pria. Sedangkan teras pun masih sesak oleh kaum ibu dan remaja/anak-anak putri. Cuma saat Subuh saja jamaah banyak berkurang. Pada awalnya beberapa shaf, kini tinggal 2 shaf  kurang. Ada yang cerita bahwa kaum Yahudi akan bisa dikalahkan oleh umat Islam jika jamaah Sholat Subuh sama penuhnya dengan jamaah Sholat Jumat. Allahu a’lam.

Kakeknya Monyet

Jumat, 12 Agustus 2011

Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut.

Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak ke atas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet yang semuanya mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.

Berebut Kursi PNS

Kamis, 11 Agustus 2011

ardiantasisgo.wordpress.com
Menjadi PNS daerah bukan merupakan prioritas utama saya dalam mencari pekerjaan. Cita-cita saya awalnya adalah menjadi dosen sekaligus menjadi peneliti dan penulis. Alternatif yang kedua saya ingin bekerja di perusahaan BUMN. Namun demikian saya tidak pilih-pilih. Ketika akhirnya ada kesempatan mengikuti tes CPNS di daerah, saya pun ikut. Waktu SMA saya pernah mendengar bahwa untuk menjadi PNS harus menyediakan uang banyak untuk menyogok. Selain itu juga harus mempunyai koneksi dengan pejabat. Tapi saya pikir jaman reformasi sudah menghapus kebiasaan itu. Tidak ada salahnya saya ikut tes. Kalaupun gagal ya mungkin belum rejeki saya. Yang penting tidak main sogok.

Tahun 2004, pertama kali saya mengikuti tes CPNS. Saat itu saya masih di Jogja, ada bisnis kecil-kecilan di sana, dan beberapa panggilan tes masuk kerja dari beberapa perusahaan. Dan saya masih berharap ada lowongan dosen di Fakultas Hukum UGM, almamater saya. Saya dikabari saudara bahwa di koran ada pengumuman seleksi CPNS. Saya pun pulang ke Madiun dan mencari informasi tentang peluang itu.

Info CPNS Ngawi 2011

Rabu, 03 Agustus 2011

coretankemarin.blogspot.com
Saya terlanjur berjanji ketika ada yang menanyakan kapan penyerahan SK CPNS tahun ini diadakan. Saya berjanji akan memberikan info jika saya telah memperoleh kabar secara benar. Sepanjang itu pula hingga akhirnya saya menulis masih ada beberapa yang menanyakan. Ini infonya. Isinya sahih lho, sanadnya tersambung (ehm…apaan coba?). Saya lihat langsung suratnya di kantor, komplit dengan tanda tangan Bapak Bupati. Di situs BKD juga ada, tapi kalau Anda buka bkdngawi.net itu siap-siap bersabar, agak lama. Di situsnya Pemkab juga ada yakni ngawikab.go.id. Tapi dijamin lebih komplit info ini sebab disertai nomor surat (ah gak nyambung). Cek deh di bawah.

Ramadhan Mubarak

Senin, 01 Agustus 2011

MARHABAN YA RAMADHAN. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA...
dakwah.info

TUTUP PANCI TUTUP RANTANG
DARI PAGI TIDAK MAKAN

TUTUP RANTANG TUTUP WAJAN
BOLEH MAKAN MAGHRIB BERKUMANDANG

Pilihan Organisasi Guru

Minggu, 31 Juli 2011

Ibu saya dulunya adalah guru, otomatis beliau juga anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Namun sekarang tidak lagi, karena beliau sudah pensiun. Jaman dulu, di era Orde Baru bicara tentang guru pasti tidak lepas dari PGRI. Guru dan PGRI adalah inheren, guru adalah PGRI, dan sebaliknya PGRI adalah guru. PGRI menjadi wadah tunggal organisasi profesi guru di jaman Presiden Soeharto. Perannya lebih banyak untuk menguatkan posisi penguasa. Di masa kampanye Golkar, guru dan PGRI menjadi ujung tombak penggalangan massa, bersama-sama dengan PNS lain. Tak peduli suka atau tak suka, guru diwajibkan ikut kampanye, kalau tidak, bisa jadi karirnya terancam.

Kini, setelah lengsernya Presiden Soeharo, PGRI menegaskan tak berpolitik praktis, meskipun beberapa pengurusnya ternyata tak lepas dari politik praktis. Namun secara organisasi, tidak. Dan PGRI bukanlah satu-satunya wadah organisasi profesi guru. Guru memang diharuskan menjadi anggota organisasi profesi guru, namun tidak diwajibkan menjadi anggota PGRI. Meskipun demikian PGRI masih menjadi pilihan banyak guru di berbagai daerah.

Ada beberapa nama organisasi profesi guru. Misalnya Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Ibarat makanan yang tersaji dalam meja prasmanan, organisasi-organisasi itu tinggal dipilih oleh para guru. Mudah-mudahan keinginan guru bisa diperjuangkan oleh organisasi itu. Dan mudah-mudahan pula, dengan beragamnya organisasi bisa saling menguatkan, bukan saling melemahkan apalagi menghancurkan. Mudah-mudahan dunia pendidikan tanah air semakin maju.
 
 

Label

coretan (290) kepegawaian (179) hukum (101) oase (101) serba-serbi (101) saat kuliah (71) pustaka (68) tentang ngawi (63) keluarga (59) peraturan (46) tentang madiun (38) album (26) konsultasi (20) tentang jogja (19)